Dinkes Gelar Rapat Koordinasi PHBS: Wujudkan Tatanan Rumah Tangga Sehat di Kabupaten Tangerang

Rapat Koordinasi PHBS Kabupaten Tangerang
banner 468x60

Dinkes Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Koordinasi PHBS untuk Wujudkan Rumah Tangga Sehat

TANGERANG//Warta Global – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengadakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga Tahun 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Dharma Wanita, Tangerang, pada Jumat (7/2/25).

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, menjelaskan bahwa tujuan utama rapat koordinasi ini adalah untuk meningkatkan peran petugas promosi kesehatan dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat, terutama di tingkat rumah tangga.

Pergeseran Paradigma Kesehatan Masyarakat

Muchlis menambahkan bahwa konsep promosi kesehatan merupakan perkembangan dari pendidikan kesehatan yang selaras dengan perubahan paradigma kesehatan masyarakat. Perubahan ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan pola penyakit, gaya hidup, kondisi kehidupan, lingkungan, dan demografi.

“Awalnya, fokus kesehatan masyarakat lebih tertuju pada faktor risiko seperti kualitas udara dan air, serta penyakit yang berkaitan dengan kemiskinan dan lingkungan yang kurang sehat. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul kesadaran bahwa gaya hidup juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan. Salah satu langkah krusial dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat adalah melalui Gerakan PHBS,” jelasnya.

Pentingnya PHBS dalam Rumah Tangga

PHBS adalah serangkaian tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran pribadi, di mana setiap anggota keluarga memiliki kemampuan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan di lingkungan masyarakat. Diharapkan, penerapan PHBS di tingkat rumah tangga dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Sepuluh Indikator PHBS yang Harus Diterapkan

Terdapat sepuluh indikator PHBS yang penting untuk diterapkan dalam setiap rumah tangga, yaitu:

  • Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan profesional.
  • Pemberian ASI eksklusif kepada bayi.
  • Menimbang bayi dan balita secara rutin.
  • Mencuci tangan dengan sabun.
  • Menggunakan air bersih.
  • Menggunakan jamban sehat.
  • Memberantas jentik nyamuk.
  • Mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  • Tidak merokok di dalam rumah.

“Indikator-indikator ini menjadi tolok ukur untuk menilai keberhasilan penerapan PHBS di setiap rumah tangga. Kami berharap, melalui rapat koordinasi ini, para petugas promosi kesehatan dapat lebih memaksimalkan peran mereka dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk mengadopsi perilaku hidup sehat,” ujar Muchlis.

Peran Petugas Promosi Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Muchlis juga menekankan pentingnya peran petugas promosi kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat pertama. Mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memperkuat implementasi PHBS di wilayah kerja masing-masing.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan program berbasis pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader dalam mengimplementasikan 10 indikator PHBS di tingkat rumah tangga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berperan dalam gerakan PHBS, sehingga kualitas kesehatan dapat terus meningkat, dimulai dari lingkungan rumah tangga hingga ke tingkat yang lebih luas,” pungkasnya. (Red/Alfan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *